Perisai Prabowo: Kepemimpinan Presiden Ubah Polarisasi Jadi Stabilitas, Indikator Nasional Menguat
Jakarta – Ketua Harian Perisai Prabowo, Kamir Abdullah, menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berhasil membalikkan potensi perpecahan akibat perbedaan pandangan menjadi kekuatan konsolidasi nasional yang nyata.
Menurut Kamir, capaian tersebut tidak sekadar narasi politik, tetapi terlihat dari sejumlah indikator yang menunjukkan perbaikan signifikan dalam stabilitas sosial dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Jika sebelumnya ruang publik diwarnai polarisasi tajam, hari ini kita melihat tren yang berbeda. Intensitas konflik sosial menurun, ruang dialog terbuka, dan kepercayaan publik menguat. Ini bukan kebetulan, tetapi hasil dari kepemimpinan yang terarah,” ujar Kamir dihadapan sejumlah awak media di Jakarta, Rabu (15/7).
Kamir memaparkan, berdasarkan berbagai rilis lembaga survei nasional, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah saat ini berada pada kisaran 70–75 persen. Sementara itu, indeks kerukunan sosial di sejumlah wilayah menunjukkan peningkatan dibanding periode sebelumnya.
Tak hanya itu, Kamir juga menyoroti stabilitas politik yang berdampak langsung pada sektor ekonomi. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga di kisaran 5 persen, di tengah tekanan global yang tidak menentu.
“Stabilitas politik adalah fondasi utama ekonomi. Ketika konflik bisa ditekan, maka investasi bergerak. Data menunjukkan realisasi investasi terus meningkat dan ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan terhadap pemerintah semakin solid,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kamir mengungkapkan bahwa pendekatan Presiden Prabowo yang mengedepankan rekonsiliasi dan merangkul berbagai kekuatan politik telah menjadi kunci dalam meredam perbedaan ekstrem di masyarakat.
“Presiden tidak memusuhi perbedaan, tetapi mengelolanya. Semua dirangkul, semua diajak bicara. Inilah yang membuat suhu politik menurun dan arah pembangunan menjadi lebih fokus,” katanya.
Kamir menambahkan, kondisi ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk meninggalkan politik identitas yang berpotensi memecah belah.
“Bangsa ini besar karena keberagaman. Presiden Prabowo telah menunjukkan bahwa perbedaan bukan ancaman, tetapi aset jika dikelola dengan kepemimpinan yang kuat dan inklusif,” pungkasnya.
Liputan : Yudo
